“Startup” Indonesia Wakili Asia Tenggara di Kompetisi Dunia

Ahlijasa terpilih sebagai perwakilan Asia Tenggara di ajang “Startup Worldcup” yang akan digelar pada 24 Maret 2017 mendatang di Silicon Valley, Amerika Serikat. Di ajang global tersebut, Ahlijasa akan bertemu perusahaan rintisan digital terbaik lainnya dari seluruh dunia.

“Ini adalah kejuaraan global pertama kami, semoga bisa memberikan yang terbaik,” kata CEO Ahlijasa, Jay Jayawijayaningtiyas, pasca terpilih sebagai pemenang “Startup Worldcup” regional Asia Tenggara di atas panggung acara grand final di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Ahlijasa sendiri terpilih dari rentetan seleksi sejak 21 Juni lalu. Ada sekitar 800 startup yang disisihkan Ahlijasa untuk melangkah ke kompetisi dunia.

Tahap terakhir, Ahlijasa bersanding dengan sembilan startup terbaik lainnya dari Indonesia, Singapura, dan Filipina. Mereka adalah U-HOP, Qlue, Pro Sehat, Kashmi, Talenta, Recomn, Klikdaily, Kioson, dan Taralite.

Ahlijasa sendiri merupakan layanan serupa Uber, tetapi untuk jasa rumah tangga. Visi Ahlijasa adalah memanfaatkan teknologi dan proses operasional pintar untuk mengatur industri jasa rumah tangga di Indonesia, seperti laundry.

Kemenangan Ahlijasa ditentukan oleh juri-juri yang mumpuni di industri ekonomi kreatif. Beberapa di antara mereka adalah Managing Partner 500 Startups Khailee Ng; CFO dan co-founder Go-Jek Kevin Aluwi; co-founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo; dan Associate Global Founders Capital, Leon Herman.

Kerja sama Bekraf dan Fenox VC

Startup Worldcup sendiri baru pertama kali diadakan oleh perusahaan modal ventura asal Silicon Valley, Fenox VC. Untuk mencari perwakilan Asia Tenggara, Fenox VC bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Selain Ahlijasa, ada tiga startup daerah yang bakal turut ke Silicon Valley. Mereka mendapat wild card, yakni akses sebagai peserta acara Startup Worldcup, bukan peserta lomba.

Tiga startup itu dicari oleh Bekraf dan Fenox VC melalui proses roadshow ke enam daerah, yakni Yogyakarta, Balikpapan, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar. Ketiganya adalah Azzam Trade, Paprika, dan Ojesy.

“Mereka diharapkan bisa mempelajari cara kerja para startup kelas dunia,” kata Deputi II Bidang Akses Pemodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, pada kesempatan yang sama.

“Pokemon Go” Mulai Ditinggalkan

Di awal peluncurannya pada Juli lalu, Pokemon Go langsung menyita perhatian global. Game keluaran Niantic dan Nintendo itu dimainkan berbagai kalangan, baik muda maupun tua, masyarakat biasa hingga selebritas papan atas.

Puncak kejayaan Pokemon Go tercatat pada pertengahan Juli lalu. Jumlah pengguna aktif hariannya kala itu berada di kisaran 45 jutaan. Setelah itu, grafiknya mulai menurun.

Menurut data Apptopia yang dikutip KompasTekno dari Ubergizmo, Rabu (24/8/2016), pengguna aktif harian Pokemon Go saat ini tinggal 30 jutaan. Tak ada tanda-tanda grafik itu bakal mendekati angka 45 jutaan lagi.

Meski demikian, Pokemon Go masih tercatat sebagai game mobile paling populer saat ini. Hanya saja, tren penurunan yang tercatat mengindikasikan masyarakat luas mulai jenuh dengan game berbasis augmented reality tersebut.
UberGizmo
Grafik penurunan pengguna aktif Pokemon Go.
Hal ini sesuai dengan prediksi beberapa pengamat di kala Pokemon Go masih di atas angin. Menurut mereka, kesuksesan instan yang diperoleh Pokemon Go bisa jadi tak bertahan lama.

Pasalnya, masyarakat di era teknologi mudah terpengaruh penyebaran informasi di internet. Ketika banyak yang membicarakan Pokemon Go, orang-orang bakal tergerak untuk mencoba permainan tersebut.

Lama-kelamaan, bakal tersaring sendiri pemain Pokemon Go sejati dan yang hanya ikut-ikutan. Hal ini yang perlu dipikirkan lebih lanjut oleh Niantic dan Nintendo.

Di industri teknologi, para pelaku dituntut untuk terus berinovasi. Pokemon Go pun telah beberapa kali diperbarui agar pengguna tak bosan dan kualitas permainan lebih baik.

Pembaruan itu antara lain dari segi antarmuka dan performa game. Niantic telah sesumbar bakal meluncurkan beberapa fitur baru yang menambah keseruan Pokemon Go.

Beberapa di antaranya meliputi kemampuan saling bertukar dan berdagang Pokemon (trade), bertarung dengan Pokemon lain di luar Gym, dan penambahan fungsi Gym. Belum jelas kapan fitur-fitur itu bisa dinikmati para pengguna.

Telkomsel Dukung “Gerbangdutas 2016” dengan Bangun BTS

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan bahwa Telkomsel mendukung Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) 2016 yang dicanangkan pemerintah.

Dukungan tersebut menurut Ririek diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur base transceiver station (menara pemancar sinyal atau BTS) di daerah-daerah perbatasan negara.

Ririek menjelaskan, hadirnya akses telekomunikasi bagi masyarakat di perbatasan negara diharapkan dapat mendorong pembangunan, mempercepat pertumbuhan perekonomian, dan kemasyarakatan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, serta meningkatkan daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

“Komitmen kami membuka akses telekomunikasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali,” ujar Ririek dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (24/8/2016).

627 BTS di perbatasan

Telkomsel mengklaim telah mengoperasikan 627 BTS yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini.

Dari 627 BTS yang berbatasan langsung dengan tujuh negara tetangga tersebut, 148 di antaranya merupakan BTS 3G yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan data.

Ke depannya, Telkomsel berupaya memperluas jangkauan jaringan di wilayah Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.

Secara nasional, Telkomsel telah menggelar lebih dari 118.000 BTS hingga penjuru Tanah Air yang menjangkau hingga 95 persen wilayah populasi penduduk Indonesia.

Ada Polisi Pemburu Pemain “Pokemon Go” di Bangkok

Demam Pokemon Go yang melanda Bangkok, Thailand, membuat pemerintah mesti turun tangan. Pemerintah Negeri Gajah sampai membuat satuan polisi khusus untuk menangani para pemain Pokemon Go yang bandel.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Mashable, Rabu (24/8/2016), pemain bandel di Thailand itu biasanya bertindak sembrono, memainkan Pokemon Go sambil mengendarai motor atau berjalan. Akibatnya, jumlah kecelakaan lalu lintas pun meningkat.

Pemerintah setempat merespons peristiwa ini dengan membuat sebuah polisi khusus bernama Pokemon Buster.

Divisi ini beranggotakan 50 orang polisi dan bertugas mengawasi 10 ruas jalanan paling sibuk, yang sekaligus dinyatakan sebagai zona terlarang Pokemon Go di Bangkok.

Kepala Kepolisian Bangkok Sanit Mahavathavorn mengatakan polisi khusus ini tidak akan menangkap atau memenjarakan pemain Pokemon Go yang melanggar.

Mereka hanya bertugas memotret pelanggar sebagai bukti untuk mengenakan denda. Harapannya, tindakan tindakan pendisiplinan tersebut bisa membuat orang sadar dan lebih berhati-hati.

Denda yang diberlakukan sebesar 1.000 baht atau sekitar Rp 381.000 untuk pelanggaran berupa tindakan berisiko bahaya. Misalnya bermain Pokemon Go sambil berlari di jalanan atau mengendarai motor.

Pokemon Go menuntut pemainnya benar-benar bergerak di dunia nyata demi bisa mencapai target tertentu dalam permainan. Misalnya, orang mesti berjalan 2 hingga 10 kilometer demi menetaskan telur atau mencari monster pokemon liar.

Karena cara bermain yang seperti itu, perusahaan pembuat game, yaitu Niantic Labs, selalu memberi peringatan agar pemain selalu waspada dan tidak memainkan Pokemon Go sambil berkendara.

Namun pada praktiknya, tak semua pemain menurut pada peringatan tersebut. Salah satu contohnya terlihat dari kota Bangkok tersebut

Xiaomi Mulai Sebar MIUI 8, Ini Perangkat yang Kebagian

Xiaomi mulai menyebar software antarmuka MIUI 8 ke beberapa lini smartphone buatannya, Rabu (24/8/2016). Distribusi ini sudah ditunggu-tunggu sejak MIUI 8 pertama kali diperkenalkan pada Mei lalu.

Beberapa perangkat Xiaomi yang kebagian jatah awal adalah Redmi Note yang berjaringan 3G dan 4G, Mi 4i, Redmi 1s, Mi 2, dan Mi 2s. Distribusinya dilakukan secara perlahan.

Untuk penyebaran ini, Mi 4i menjadi “anak emas”. Xiaomi menargetkan semua lini Mi 4i sudah bisa menikmati MIUI 8 per 25 Agustus besok.

Selain lini-lini di atas, MIUI 8 juga akan diboyong ke model-model lainnya. Hanya saja proses distribusinya bakal lebih lama, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Rabu (24/8/2016).

Secara keseluruhan, berikut daftar perangkat keluaran Xiaomi yang bakal mendapat MIUI 8.

– Mi Max
– Mi Note
– Mi 5
– Mi 4
– Mi 4i
– Mi 3
– Mi 2
– Redmi Note Prime
– Redmi Note 3
– Redmi Note 2
– Redmi Note
– Redmi 2 Prime
– Redmi 2
– Redmi 1s

Xiaomi belum mengumbar secara spesifik apakah MIUI 8 berbasis Android Marshmallow, Nougat, atau versi lebih lawas. Meski demikian, beberapa spesifikasinya sudah diketahui.

Pengguna Xiaomi yang memperbarui antarmuka ke MIUI 8 bisa memindai gambar panjang sambil menggulir layar (scrolling screenshot). Pengguna juga bisa masuk ke dua akun WhatsApp sekaligus dalam satu ponsel.

Bekraf Ingin Setarakan “Startup” di Kota dan Daerah

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyadari adanya ketimpangan informasi dan pengetahuan antara startup kota dan startup daerah. Meski demikian, Bekraf yakin semuanya memiliki potensi sama besar.

Karena itu Bekraf memberi panggung khusus bagi startup daerah untuk turut serta ke ajang dunia “Startup Worldcup” di Silicon Valley pada Maret 2017 mendatang.

Di ajang dunia yang diselenggarakan perusahaan model ventura Fenox VC tersebut, tiga startup daerah menjadi peserta acara. Mereka tak akan berlomba dengan para startup terpilih dari seluruh dunia.

“Startup daerah tak bisa semua langsung dikompetisikan dengan anak Jakarta. Makanya kami bikin roadshow khusus dan yang terpilih dibawa juga ke Silicon Valley,” kata Deputi II Bidang Akses Pemodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, Rabu (23/8/2016), usai pengumuman pemenang Startup Worldcup regional Asia Tenggara, di Balai Kartini, Jakarta.

Fadjar berharap pengalaman ke Silicon Valley nantinya bakal memberikan pelajaran berharga bagi startup daerah. Setidaknya, kata Fadjar, startup daerah bisa merasakan suasana kompetisi global dan menerima wawasan baru.

“Di lain kesempatan mereka bisa termotivasi untuk menaikkan level,” ia menuturkan.

Ketiga startup daerah terpilih itu adalah Azzam Trade, Paprika, dan Ojesy. Masing-masing baru memasuki tahap awal merintis usaha digital.

Mereka fokus di sektor berbeda dan disaring melalui proses roadshow ke enam kota, yakni Yogyakarta, Balikpapan, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar. Pemilihan enam kota itu didasarkan pada pertimbangan potensi daerahnya, apakah ekosistem startup sudah tumbuh baik atau belum.

Tak Peduli Isu Monopoli, Telkomsel Tetap Ekspansi ke Luar Jawa

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan tak peduli dengan isu monopoli Telkomsel di luar Pulau Jawa yang menerpa perusahaan yang dipimpinnya. Ririek berjanji Telkomsel konsisten berekspansi membangun jaringan di di luar Jawa, karena operator lain cenderung lambat.

Sekadar diketahui, sebelumnya Telkomsel dituding memonopoli layanan telekomunikasi di luar Jawa. Alasan tudingan tersebut adalah pangsa pasar operator pelat merah ini di luar Jawa, yang diperkirakan mencapai 80 persen.

“Kalau ada isu monopoli, itu tak menjadi alasan kami untuk berhenti bangun. Akan jadi lama kalau menunggu operator lain masuk (ke luar Jawa),” ujar Ririek dalam peresmian BTS Telkomsel di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Caecilia Mediana, Rabu (24/8/2016).

Baca: Dituding Monopoli di Luar Jawa, Ini Tanggapan Telkomsel

Dia menambahkan, saat ini Telkomsel sudah memiliki lebih kurang 600 base transceiver station (BTS) yang memberikan layanan telekomunikasi di wilayah perbatasan, baik antar negara atau antar propinsi.

BTS di wilayah perbatasan, menurut Ririek, terbagi jadi tiga kategori. Pertama, BTS yang menguntungkan secara bisnis; Kedua, tidak menguntungkan secara bisnis, tapi menguntungkan dalam hal menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat; Ketiga, daerah yang tidak menguntungkan sama sekali.

Ririek pun menjamin bahwa Telkomsel berkomitmen menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia.

“(BTS di perbatasan) untuk mendukung aktivitas ekonomi, juga mendukung keutuhan NKRI. Membangun BTS di perbatasan akan lebih banyak daerah yang merdeka secara telekomunikasi,” terangnya.

“Di Alor, ada 250.000 penduduk, kami layani dengan 70 BTS dan tambahkan 2 BTS 4G. Ada mobile BTS yang mudah bergerak dan kami bawa ke Moru (Alor Barat Daya) satu unit,” tegasnya.